Dublin Core
Judul
EVALUASI GEOMETRI PELEDAKAN PADA KEGIATAN
PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT BUKIT ASAM TBK
PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT BUKIT ASAM TBK
Perihal
Geometri peledakan, Fragmentasi, Overburden, Powder Factor, C.J. Konya
Deskripsi
Evaluasi Geometri Peledakan Pada Kegiatan Pengupasan Overburden di PT Bukit Asam Tbk
Tirta Aluna Gemilang Ramadhan, 2023310053, 2026 Kegiatan peledakan pada pengupasan overburden
merupakan salah satu tahapan penting dalam operasi penambangan terbuka karena berpengaruh
terhadap ukuran fragmentasi batuan yang dihasilkan. Fragmentasi yang optimal dapat meningkatkan
efisiensi proses penggalian, pemuatan, dan pengangkutan material. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kondisi aktual geometri peledakan yang diterapkan di PT Bukit Asam Tbk Pit 3 Banko
Barat serta mengevaluasi pengaruh parameter geometri peledakan terhadap hasil fragmentasi batuan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data
melalui observasi lapangan, pengukuran geometri peledakan, dokumentasi hasil peledakan, serta
analisis fragmentasi menggunakan perangkat lunak Split Desktop 4.0. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa geometri aktual yang diterapkan memiliki burden 8,5 m, spacing 9,5 m, stemming rata-rata 4,69
m, dan powder factor rata-rata sebesar 0,140 kg/BCM. Nilai fragmentasi rata-rata yang diperoleh sebesar
F80 sebesar 46,57 cm. Analisis hubungan powder factor terhadap fragmentasi menunjukkan pengaruh
yang relatif kecil karena nilai powder factor cenderung konstan. Sebaliknya, geometri peledakan
memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap hasil fragmentasi. Perbandingan dengan geometri
teoritis metode C.J. Konya menghasilkan burden 6,65 m, spacing 9,31 m, stemming 4,66 m, subdrilling
1,99 m, dan panjang kolom isian 5,33 m yang dinilai lebih optimal dalam mendistribusikan energi
peledakan. Oleh karena itu, geometri peledakan aktual perlu dioptimalkan agar menghasilkan
fragmentasi yang lebih halus dan seragam sehingga dapat meningkatkan efektivitas kegiatan
pengupasan overburden.
Tirta Aluna Gemilang Ramadhan, 2023310053, 2026 Kegiatan peledakan pada pengupasan overburden
merupakan salah satu tahapan penting dalam operasi penambangan terbuka karena berpengaruh
terhadap ukuran fragmentasi batuan yang dihasilkan. Fragmentasi yang optimal dapat meningkatkan
efisiensi proses penggalian, pemuatan, dan pengangkutan material. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kondisi aktual geometri peledakan yang diterapkan di PT Bukit Asam Tbk Pit 3 Banko
Barat serta mengevaluasi pengaruh parameter geometri peledakan terhadap hasil fragmentasi batuan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data
melalui observasi lapangan, pengukuran geometri peledakan, dokumentasi hasil peledakan, serta
analisis fragmentasi menggunakan perangkat lunak Split Desktop 4.0. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa geometri aktual yang diterapkan memiliki burden 8,5 m, spacing 9,5 m, stemming rata-rata 4,69
m, dan powder factor rata-rata sebesar 0,140 kg/BCM. Nilai fragmentasi rata-rata yang diperoleh sebesar
F80 sebesar 46,57 cm. Analisis hubungan powder factor terhadap fragmentasi menunjukkan pengaruh
yang relatif kecil karena nilai powder factor cenderung konstan. Sebaliknya, geometri peledakan
memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap hasil fragmentasi. Perbandingan dengan geometri
teoritis metode C.J. Konya menghasilkan burden 6,65 m, spacing 9,31 m, stemming 4,66 m, subdrilling
1,99 m, dan panjang kolom isian 5,33 m yang dinilai lebih optimal dalam mendistribusikan energi
peledakan. Oleh karena itu, geometri peledakan aktual perlu dioptimalkan agar menghasilkan
fragmentasi yang lebih halus dan seragam sehingga dapat meningkatkan efektivitas kegiatan
pengupasan overburden.
Pembuat
Tirta Aluna Gemilang. R
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
15 Juli 2026
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
