ANALISIS PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DENGAN
MENGGUNAKAN METODE AKTIF PADA KOLAM PENGENDAPAN LUMPUR PT LEMATANG COAL LESTARI MUARA ENIM SUMATERA SELATAN

Dublin Core

Judul

ANALISIS PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DENGAN
MENGGUNAKAN METODE AKTIF PADA KOLAM PENGENDAPAN LUMPUR PT LEMATANG COAL LESTARI MUARA ENIM SUMATERA SELATAN

Perihal

Air Asam Tambang, Kapur Tohor, koagulan, Jar Test, Metode Aktif

Deskripsi

Aktivitas penambangan batubara secara terbuka (open cast mining) di PT Lematang Coal Lestari secara alamiah memicu terpaparnya batuan sulfida oleh air dan oksigen, sehingga menghasilkan Air Asam Tambang (AAT). Limbah cair ini memiliki tingkat keasaman tinggi dengan karakteristik pH awal 4,27, yang berada di bawah standar baku mutu lingkungan, sehingga memerlukan sistem pengolahan intensif agar tidak mencemari ekosistem sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan AAT melalui Metode Aktif guna menetapkan dosis optimal penggunaan Kapur Tohor dan Chemical Koagulan dalam menetralkan air asam sekaligus mempercepat pemisahan padatan tersuspensi. Metodologi penelitian ini diawali dengan karakterisasi sampel air, yang dilanjutkan dengan pengujian skala laboratorium menggunakan metode Jar Test. Berdasarkan hasil pengujian eksperimental tersebut, diperoleh dosis optimal kapur sebesar 32 ml/liter untuk menaikkan pH, serta dosis optimal chemical koagulan sebesar 0,05 ml/liter untuk mengikat partikel koloid. Ketika diimplementasikan pada skala lapangan dengan debit air aktual sebesar 32.123,52 m³/hari yang dikelola dalam operasional 3 shift, kalkulasi kebutuhan material menetralisir air asam dalam satu hari adalah sebanyak 10,28 ton kapur tohor (setara dengan 206 karung) dan 1.606,08 liter chemical koagulan (setara dengan 65 jerigen). Penerapan kombinasi dosis ini terbukti sangat efektif dalam menetralkan pH air menuju kondisi konstan yang aman, sekaligus mempercepat proses pengendapan lumpur secara signifikan pada Kolam Pengendapan Lumpur (KPL). Dengan demikian, kualitas efluen akhir limbah cair PT Lematang Coal Lestari berhasil direduksi tingkat bahayanya dan dinyatakan telah memenuhi baku mutu lingkungan yang dipersyaratkan dalam KepmenLH No. 113 Tahun 2003.

Pembuat

Ragil Septyan Aldino

Penerbit

Universitas Prabumulih

Tanggal

18 Juni 2026

Format

Pdf

Bahasa

Bahasa indonesia

Tipe

Text