Dublin Core
Judul
EVALUASI POLA PENIMBUNAN BATUBARA DALAM
UPAYA PENCEGAHAN SWABAKAR DI AREA STOCKPILE DIPT LONG DALIQ PRIMACOAL DESA GEDUNG AGUNG, KECAMATAN MERAPI TIMUR, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN.
UPAYA PENCEGAHAN SWABAKAR DI AREA STOCKPILE DIPT LONG DALIQ PRIMACOAL DESA GEDUNG AGUNG, KECAMATAN MERAPI TIMUR, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN.
Perihal
Batubara, stockpile, pola penimbunan, swabakar.
Deskripsi
ABSTRAK
Swabakar atau pembakaran spontan batubara merupakan salah satu
permasalahan serius dalam pengelolaan stockpile, karena dapat menimbulkan kerugian dari
sisi kualitas, ekonomi, maupun keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi pola penimbunan batubara pada area stockpile PT Long Daliq Primacoal di
Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi potensi swabakar. Metode penelitian
dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran suhu menggunakan infrared
thermometer, serta analisis kondisi penimbunan meliputi tinggi tumpukan, bentuk
tumpukan, dan lama waktu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Long
Daliq Primacoal menggunakan pola penimbunan longitudinal yang mendukung sistem
First In First Out (FIFO) dan relatif efisien dari sisi teknis maupun operasional. Namun,
kelemahan masih ditemukan, antara lain akumulasi panas pada tumpukan yang terlalu
tinggi, kurangnya ventilasi, serta paparan cuaca ekstrem akibat sistem terbuka. Pengukuran
suhu menunjukkan beberapa slot, seperti ROM D2 dan E1–E3, memiliki suhu di atas 40°C
yang mengindikasikan potensi swabakar. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem
penimbunan melalui pembatasan tinggi tumpukan maksimal 5 meter, pemasangan sensor
suhu permanen, penerapan sistem ventilasi aktif, serta monitoring suhu secara berkala.
Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, risiko swabakar dapat diminimalisir dan
pengelolaan stockpile menjadi lebih aman serta berkelanjutan.
Swabakar atau pembakaran spontan batubara merupakan salah satu
permasalahan serius dalam pengelolaan stockpile, karena dapat menimbulkan kerugian dari
sisi kualitas, ekonomi, maupun keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi pola penimbunan batubara pada area stockpile PT Long Daliq Primacoal di
Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi potensi swabakar. Metode penelitian
dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran suhu menggunakan infrared
thermometer, serta analisis kondisi penimbunan meliputi tinggi tumpukan, bentuk
tumpukan, dan lama waktu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Long
Daliq Primacoal menggunakan pola penimbunan longitudinal yang mendukung sistem
First In First Out (FIFO) dan relatif efisien dari sisi teknis maupun operasional. Namun,
kelemahan masih ditemukan, antara lain akumulasi panas pada tumpukan yang terlalu
tinggi, kurangnya ventilasi, serta paparan cuaca ekstrem akibat sistem terbuka. Pengukuran
suhu menunjukkan beberapa slot, seperti ROM D2 dan E1–E3, memiliki suhu di atas 40°C
yang mengindikasikan potensi swabakar. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem
penimbunan melalui pembatasan tinggi tumpukan maksimal 5 meter, pemasangan sensor
suhu permanen, penerapan sistem ventilasi aktif, serta monitoring suhu secara berkala.
Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, risiko swabakar dapat diminimalisir dan
pengelolaan stockpile menjadi lebih aman serta berkelanjutan.
Pembuat
Mulawarman
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
2025
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
