ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA SWABAKAR DI STOCKPILE COAL CRUSHING PLANT SITE MUARA TIGA BESAR PT BUKIT ASAM Tbk

Dublin Core

Judul

ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA SWABAKAR DI STOCKPILE COAL CRUSHING PLANT SITE MUARA TIGA BESAR PT BUKIT ASAM Tbk

Perihal

Swabakar, Batu bara, Stockpile, Geometri, FIFO, Oksidasi.

Deskripsi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya swabakar (spontaneous combustion) pada tumpukan Batubara di Temporary Stockpile Coal Crushing Plant (CCP) Site Muara Tiga Besar, PT BA . Masalah utama yang diidentifikasi adalah terjadinya swabakar yang berdampak pada penurunan kualitas Batubara dan potensi kerugian ekonomi bagi perusahaan. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, pengukuran langsung geometri timbunan, pemantauan suhu menggunakan thermocouple, serta analisis data sekunder berupa curah hujan dan kualitas batu bara. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling untuk mewakili kondisi aktual di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi swabakar dipengaruhi oleh empat faktor utama. Faktor Internal: Karakteristik Batubara dengan kandungan Total Moisture (24,70% - 34,24%) dan Volatile Matter (37,07% - 43,06%) yang tinggi membuat Batubara bersifat reaktif. Faktor Operasional: Geometri timbunan menggunakan pola Chevcon dengan tinggi 3 meter dan sudut lereng 30°. Meskipun geometri ini berpotensi memerangkap panas, penerapan sistem First In First Out (FIFO) dan pemadatan yang konsisten berhasil meminimalisir akumulasi panas. Faktor Lingkungan: curah hujan yang tinggi (mencapai 135,3 jam pada bulan Maret) membantu menurunkan suhu timbunan secara sementara, sementara arah angin dominan dari Utara mempengaruhi laju oksidasi pada permukaan tumpukan. Faktor Manajemen: Manajemen berperan sebagai determinan utama dalam pengendalian risiko melalui kebijakan operasional yang tepat. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun faktor internal dan lingkungan berkontribusi terhadap potensi peningkatan suhu, faktor manajemen melalui pengawasan suhu rutin, pemadatan lapisan, dan sistem pembongkaran FIFO merupakan kunci utama dalam mencegah terjadinya swabakar secara efektif.

Pembuat

rizqi nur habibi

Penerbit

ubiversitas prabumulih

Tanggal

17 september 2026

Format

tex

Bahasa

indonesia

Tipe

text