Dublin Core
Judul
ANALISIS KELAYAKAN GEOMETRI JALAN ANGKUT OVERBURDEN DARI FRONT PENAMBANGAN SITE MUARA TIGA BESAR SELATAN KE DISPOSAL FATONAH DI PT BUKIT ASAM Tbk
Perihal
Geometri jalan angkut, overburden, grade, cross slope, superelevasi,
PT Bukit Asam Tbk.
PT Bukit Asam Tbk.
Deskripsi
Kegiatan pengangkutan overburden pada tambang terbuka sangat bergantung pada
kondisi geometri jalan angkut untuk menunjang kelancaran operasional, efisiensi
kerja alat angkut, dan keselamatan kerja. Pada jalur hauling dari Front Penambangan
Site Muara Tiga Besar Selatan menuju Disposal Fatonah di PT Bukit Asam Tbk
masih ditemukan beberapa kondisi jalan yang belum sesuai standar, seperti lebar
jalan yang sempit, grade yang tinggi, serta cross slope yang rendah sehingga
berpotensi menghambat operasional dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual geometri jalan angkut dan
menganalisis tingkat kelayakannya berdasarkan standar KEPMEN ESDM No.1827
K/30/MEM/2018. Parameter yang dianalisis meliputi lebar jalan lurus, lebar jalan
tikungan, kemiringan jalan (grade), superelevasi, dan cross slope. Metode penelitian
dilakukan melalui observasi lapangan, pengambilan data primer dan sekunder,
pengukuran langsung geometri jalan menggunakan alat survei, pengolahan data,
serta analisis perbandingan kondisi aktual dengan standar teknis yang berlaku. Data
primer meliputi lebar jalan, elevasi, grade, dan cross slope, sedangkan data sekunder
berupa peta jalan tambang, peta topografi, spesifikasi alat angkut, dan data curah
hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalan angkut memiliki panjang
±1.802,45 m yang terbagi menjadi 15 segmen. Lebar jalan lurus rata-rata sebesar
23,78 m dengan beberapa segmen belum memenuhi standar 24,15 m. Lebar jalan
tikungan rata-rata sebesar 26,20 m, namun masih terdapat tikungan sempit. Nilai
grade rata-rata sebesar 4,90%, dengan grade tertinggi pada segmen K-L sebesar
16,85% yang melebihi batas aman. Nilai superelevasi rata-rata sebesar 0,02,
sedangkan cross slope rata-rata hanya 0,08% dan belum memenuhi standar minimal
2%. Berdasarkan hasil analisis, kondisi geometri jalan angkut di PT Bukit Asam Tbk
sebagian telah memenuhi standar, namun masih terdapat beberapa segmen yang
belum layak sehingga diperlukan perbaikan geometri jalan untuk meningkatkan
keselamatan, kelancaran, dan efisiensi kegiatan pengangkutan overburden.
Kata Kunci: Geometri jalan angkut, overburden, grade, cross slope, superelevasi,
PT Bukit Asam Tbk.
kondisi geometri jalan angkut untuk menunjang kelancaran operasional, efisiensi
kerja alat angkut, dan keselamatan kerja. Pada jalur hauling dari Front Penambangan
Site Muara Tiga Besar Selatan menuju Disposal Fatonah di PT Bukit Asam Tbk
masih ditemukan beberapa kondisi jalan yang belum sesuai standar, seperti lebar
jalan yang sempit, grade yang tinggi, serta cross slope yang rendah sehingga
berpotensi menghambat operasional dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual geometri jalan angkut dan
menganalisis tingkat kelayakannya berdasarkan standar KEPMEN ESDM No.1827
K/30/MEM/2018. Parameter yang dianalisis meliputi lebar jalan lurus, lebar jalan
tikungan, kemiringan jalan (grade), superelevasi, dan cross slope. Metode penelitian
dilakukan melalui observasi lapangan, pengambilan data primer dan sekunder,
pengukuran langsung geometri jalan menggunakan alat survei, pengolahan data,
serta analisis perbandingan kondisi aktual dengan standar teknis yang berlaku. Data
primer meliputi lebar jalan, elevasi, grade, dan cross slope, sedangkan data sekunder
berupa peta jalan tambang, peta topografi, spesifikasi alat angkut, dan data curah
hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalan angkut memiliki panjang
±1.802,45 m yang terbagi menjadi 15 segmen. Lebar jalan lurus rata-rata sebesar
23,78 m dengan beberapa segmen belum memenuhi standar 24,15 m. Lebar jalan
tikungan rata-rata sebesar 26,20 m, namun masih terdapat tikungan sempit. Nilai
grade rata-rata sebesar 4,90%, dengan grade tertinggi pada segmen K-L sebesar
16,85% yang melebihi batas aman. Nilai superelevasi rata-rata sebesar 0,02,
sedangkan cross slope rata-rata hanya 0,08% dan belum memenuhi standar minimal
2%. Berdasarkan hasil analisis, kondisi geometri jalan angkut di PT Bukit Asam Tbk
sebagian telah memenuhi standar, namun masih terdapat beberapa segmen yang
belum layak sehingga diperlukan perbaikan geometri jalan untuk meningkatkan
keselamatan, kelancaran, dan efisiensi kegiatan pengangkutan overburden.
Kata Kunci: Geometri jalan angkut, overburden, grade, cross slope, superelevasi,
PT Bukit Asam Tbk.
Pembuat
RAMA ARANDA PUTRA
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
18 Juni 2026
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
