Dublin Core
Judul
Analisis Pengelolaan Air Asam Tambang Menggunakan Kapur Tohor (CaO) DI KPL 18 Stockpile PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Kabupaten Muara Enim
Perihal
Kata Kunci:Air Asam Tambang, Kapur Tohor, pH, Metode Aktif, KPL
Deskripsi
Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu dampak negatif kegiatan pertambangan
yang dapat menurunkan kualitas lingkungan secara signifikan akibat nilai pH yang rendah
serta tingginya kandungan logam berat terlarut. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan
yang tepat dan efektif sebelum air tersebut dialirkan ke lingkungan sekitar. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalis pengelolaan air asam tambang menggunakan metode aktif
dengan kapur tohor (CaO) serta menentukan kebutuhan dosis yang sesuai di KPL 18
Stockpile RMKO (RMKO), Kabupaten Muara Enim. Metode penelitian yang digunakan
meliputi observasi lapangan dan pengumpulan data yang terdiri dari data primer berupa
pH, debit air, volume kolam, dan dosis kapur, serta data sekunder berupa peta lokasi dan
data curah hujan. Analisis data dilakukan melalui pengukuran pH pada saluran inlet dan
outlet serta didukung dengan uji jar test untuk mengevaluasi efektivitas penambahan kapur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH pada inlet berkisar antara 4,41–4,47 dan pada
outlet berkisar antara 7,81–7,94, sehingga telah memenuhi baku mutu lingkungan (pH 6–
9). Proses pengolahan meliputi Pengaliran air dari saluran drainase, pengolahan di kolam
pengendapan lumpur dengan penambahan kapur , serta pengaliran ke badan air penerima.
Penggunaan kapur tohor terbukti efektif dalam meningkatkan pH dan membantu
pengendapan logam, sehingga metode ini dinilai efisien dan dapat diterapkan dalam
pengelolaan AAT.
yang dapat menurunkan kualitas lingkungan secara signifikan akibat nilai pH yang rendah
serta tingginya kandungan logam berat terlarut. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan
yang tepat dan efektif sebelum air tersebut dialirkan ke lingkungan sekitar. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalis pengelolaan air asam tambang menggunakan metode aktif
dengan kapur tohor (CaO) serta menentukan kebutuhan dosis yang sesuai di KPL 18
Stockpile RMKO (RMKO), Kabupaten Muara Enim. Metode penelitian yang digunakan
meliputi observasi lapangan dan pengumpulan data yang terdiri dari data primer berupa
pH, debit air, volume kolam, dan dosis kapur, serta data sekunder berupa peta lokasi dan
data curah hujan. Analisis data dilakukan melalui pengukuran pH pada saluran inlet dan
outlet serta didukung dengan uji jar test untuk mengevaluasi efektivitas penambahan kapur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH pada inlet berkisar antara 4,41–4,47 dan pada
outlet berkisar antara 7,81–7,94, sehingga telah memenuhi baku mutu lingkungan (pH 6–
9). Proses pengolahan meliputi Pengaliran air dari saluran drainase, pengolahan di kolam
pengendapan lumpur dengan penambahan kapur , serta pengaliran ke badan air penerima.
Penggunaan kapur tohor terbukti efektif dalam meningkatkan pH dan membantu
pengendapan logam, sehingga metode ini dinilai efisien dan dapat diterapkan dalam
pengelolaan AAT.
Pembuat
Neli Purwanti
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
20 Mei 2026
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
