Dublin Core
Judul
EVALUASI KONSUMSI BAHAN BAKAR DOUBLE TRAILER K500 RENAULT TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT PADA OPERASI HAULING PT. KUMALA BAHTERA UTAMA
Perihal
konsumsi bahan bakar, produktivitas, cycle time, fuel ratio.
Deskripsi
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsumsi bahan bakar alat angkut Double
Trailer K500 Renault terhadap produktivitas pada operasi hauling PT Kumala Bahtera
Utama. Pengamatan dilakukan selama 20 hari untuk memperoleh data operasional
harian mencakup konsumsi bahan bakar, produktivitas, serta fuel ratio (liter/ton). Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas aktual adalah 18,33 ton/jam,
lebih rendah dari target rencana sebesar 22,67 ton/jam. Sementara itu, rata-rata fuel
ratio yang diperoleh sebesar 0,72 liter/ton, yang digunakan sebagai tolok ukur efisiensi
konsumsi bahan bakar. Tingginya cycle time dan lost time terbukti berpengaruh negatif
terhadap efisiensi pengangkutan dan produktivitas alat. Efisiensi terbaik dicapai saat
fuel ratio rendah dan tidak terdapat gangguan operasional. Berdasarkan temuan ini,
disarankan agar perusahaan melakukan optimalisasi jadwal operasional,
meningkatkan kualitas perawatan alat, serta memberikan pelatihan bagi operator guna
mendukung peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar dan produktivitas hauling.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsumsi bahan bakar alat angkut Double
Trailer K500 Renault terhadap produktivitas pada operasi hauling PT Kumala Bahtera
Utama. Pengamatan dilakukan selama 20 hari untuk memperoleh data operasional
harian mencakup konsumsi bahan bakar, produktivitas, serta fuel ratio (liter/ton). Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas aktual adalah 18,33 ton/jam,
lebih rendah dari target rencana sebesar 22,67 ton/jam. Sementara itu, rata-rata fuel
ratio yang diperoleh sebesar 0,72 liter/ton, yang digunakan sebagai tolok ukur efisiensi
konsumsi bahan bakar. Tingginya cycle time dan lost time terbukti berpengaruh negatif
terhadap efisiensi pengangkutan dan produktivitas alat. Efisiensi terbaik dicapai saat
fuel ratio rendah dan tidak terdapat gangguan operasional. Berdasarkan temuan ini,
disarankan agar perusahaan melakukan optimalisasi jadwal operasional,
meningkatkan kualitas perawatan alat, serta memberikan pelatihan bagi operator guna
mendukung peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar dan produktivitas hauling.
Pembuat
Irvan Dwi Sapautra Hasibuan
Penerbit
Universitas Prabumulih
Tanggal
2025
Format
Pdf
Bahasa
Bahasa Indonesia
Tipe
Text
